Iklan

Home » » Mengawal Pilkada ‘Bumi Tatas Tuhu Trasne’ yang Bermartabat dan Damai

Mengawal Pilkada ‘Bumi Tatas Tuhu Trasne’ yang Bermartabat dan Damai

 Pilkada  serentak tinggal menunggu hari. Dimana masyarakat akan  menggunakan hak politiknya memilih calon pemimpinnya  pada tanggal 9 Desember 2015. Di Nusa Tenggara Barat ada tujuh daerah  kabupaten/Kota yang akan ikut serentak melaksanakan euphoria pilkada. Pilkada NTB akan diikuti oleh 26 pasangan calon. Kabupaten Lombok Tengah dengan pasangan terbanyak  ada 6 calon kandidat. Kabupaten Bima ada 5 pasangan calon.. Dompu dengan 4  pasangan calon. Kabupaten Sumbawa dengan 3 pasangan calon. Kabupaten Sumabawa Barat dengan 4 pasangan calon. Kabupaten Lombok Utara 2 pasangan calon. Terakhir Kota Mataram 2 pasangan calon. Sementara  untuk keseluruhan semua daerah ada 269 daerah yang terdiri dari 9 Provinsi , 36 Kota, dan 224 Kabupaten.
Saya pribadi menelisik satu kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Tengah dimana saya dilahirkan  dengan harapan pelaksanaan pilkada Lombok Tengah atau kita kenal dengan  ‘Bumi Tatas Tuhu Trasne’ lebih bermartabat dan damai serta menghasilkan pemimpin yang berintigritas serta  amanah. Nama pasangan cabup dan cawabup Kabupaten Lombok Tengah diantaranya 1. H.M Suhaili FT, SH dan Lalu Fathul Bahri, S.Ip diusung oleh PKS dan Gerindra. 2. H. Suharto dan Hj. Lale Widare dari pasangan perseorangan. 3. H. Lalu Suprayatno, SH,MBA,MM dan Zaenul Aidi, SP, diusung oleh partai Demokrat, PBB, PDIP dan PKPI. 4. TGH. L. Gede Ali Wirasakti Amir Murni LC,MA dan H.L Acmad Wirajaya diusung oleh Hanura, Nasdem, PKB. 5. Dari pasangan perseorangan. . H. Lalu Wiratmaja, SH dan H. Badrun Nadianto, S.Sos, S,Kep,M.Pd.
Bicara tentang pilkada berarti melihat tentang sosok figure, track record kapasitas, kapabilitas dan integritas para calon pemimpin yang akan menjadi kontestan. Pada dasarnya prinsip pelaksanaan pilkada adalah  bagaimana rmengedepankan demokrasi agar kedaulatan ada  di tangan rakat bukan di tangan penguasa atau  mereka yang berambisi dengan syahwat politik.
.

Kabupaten Lombok Tengah membutuhkan figure yang tidak hanya mampu berwacana hebat seperti umunya dan kebanyakan orang. Namun dibutukan sebuah dedikasi untuk mengemban amanah dengan baik, memahami persoalan tentang kondisi daerah Lombok Tengah yang  membutuhkan  percepatan program pembangunan  yang baik. Sehingga ketika terpilih benar-benar mengabdi untuk rakyat. Bukannya, setelah jadi malah  meraup uang rakyat dengan mengincar proyek-proyek siluman untuk mengembalikan cost politik. Begitulah, habit para pemimpin kalau sudah duduk di kursi lupa dengan janji-janji politiknya.Sehingga   proses pelaksanaan pilkada sampai terpilihnya pemimpin  menghasilkan output yang tidak produktif malah justru mengkhianati rakyat.
Fakta yang terjadi di beberapa pilkada sebelumnya timbulnya ‘makelar politik’ seperti menguatkan tradisi transaksional politik yang sudah mengakar ke lapisan masyarakat dan merusak tatanan berbangsa dan bernegara sehingga persis yang dikatakan oleh Emmanuel Kant yang muncul kemudian ‘Power tends to corrupt. Absolute power tends to corrupt absolutely’ .Karena untuk mendapatkan kekuasaan itu dengan cara yang salah akhirnya kecendrungan untuk mengumpulkan modal menjadi prioritas, sangat kontraproduktif dengan janji-janji pada waktu kempanye. Masyarakat harus sadar dengan tontonan para actor politik hari ini. Jangan salah memilih pemimpin.  Perubahan  hanya bisa kita wujudkan dengan memilih para pemimpin yang out of the box dalam berpikir.
Selama ini Kabupaten Lombok Tengah dikenal dengan rasa sosialnya masih tinggi. Trah kekeluargaan antar keluarganya masih kuat yang itu semua menjadi ruang para kandidat masuk dengan bersilaturrahmi. Jangan sampai masyarakat Lombok Tengah hanya dijadikan objek dari proses demokrasi ini. Demokrasi harus benar-benar fair.Dari proses pelaksanaannya harus jujur dan adil tanpa ada yang dirugikan. Harapannya proses demokrasi pilkada di Lombok Tengah menghasilkan kualitas pemimpin  bukan dinilai dari detik-detik terakhir yang bisa diselesaikan dengan ‘uang’ namun lebih pada pencerdasan politik masyarakat Lombok Tengah.
Kita semua mengetahui Masyarakat Lombok Tengah juga hampir warganya adalah orang berpendidkan yang tentunya punya ekspektasi tinggi menginginkan sosok figure yang secara kapasitas sudah tidak diragukan lagi memimpin Bumi Tatas Tuhu Trasna. Fakta integritas antar semua calon kandidat juga harus disepakati supaya tidak ada tendensi terjadinya konflik vertical dan horizontal baik sebelum pelaksanan pilkada maupun pasca pelaksanaan pilkada. Karena kita tidak ingin masyarakat mudah terprovokasi apalagi lebih mengedapankan otot atau kita kenal dengan  ‘pagahnya’  daripada otak. Pemimpin yang kita harapkan adalah yang mampu membawa perubahan lebih baik selama 5 tahun ke depan. Saya pribadi mengakui progress pembangunan Lombok Tengah selama kepemimpinan Suhaili –Normal cukup bagus walaupun memang banyak hal juga yang  belum optimal. Apalagi Pemimpin terpilih nanti tidak hanya focus pada  Pembangunan infrastruktur secara fisik, sumber daya manusia juga butuh perhatian serius, pemimpin berikutnya juga harus lebih kreatif dalam hal pencapian anggaran jangan mengulangi kecelakaan sejarah dengan kesalahan difisit anggaran namun peningkatan PAD juga harus di tingkatkan, visi-misi jangan hanya simbol dengan judul-judul besar  tapi tetap berpacu dan berporos pada visi-misi yang kuat untuk dilaksanakan.
Dari lima pasang kandidat yang bertarung pada tanggal 9 Desember 2015 nanti sudah saatnya masyarakat Kabupaten Lombok Tengah memilih pemimpin yang punya kapasitas dan kapabilitas memimpin untuk membawa daerah lebih baik dari sebelumnya. Masyarakat Lombok Tengah sudah harus meninggalkan sistem feodalistik yaitu memilih berdasarkan kedekatan kekeluargaan. Dan matrealisitik. yaitu memilih karena ada potensi uang yang diberikan oleh calon kandidat. Jangan sampai waktu yang 5 tahun tergadai oleh persoalan uang. Jangan sampai hak politik kita pada tanggal 9 Desember 2015 nanti  kita jual,  harkat dan martabat daerah kita jadi rendah karena kita salah memilih pemimpin.


 Oleh : Ahmad Dahlan ( Mantan Ketua Umum KAMMI NTB 2012-2014)



Written by : Pujut Dahlan - Ahmad Dahlan Is Blog

Direktur Bank Sampah Safa Mandiri-Mantan Ketua KAMMI Lombok.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Posting Komentar